Showing posts with label Pangeran. Show all posts
Showing posts with label Pangeran. Show all posts

Wednesday, March 26, 2014

Putra .

Nama pria itu Putra....
Aku mencintainya, ya Allah...
Aku menginginkannya .

Berikan dia untukku .
Dia saja .
Jangan yang lain .

Saturday, August 17, 2013

akhirnya jatuh cinta lagi :D

aku sedang mencintai seorang pria. dan setiap hari aku harus menahan rasa sakit karena rindu yg menghunusku hingga ke palung hati. nama pria itu ...

Sunday, November 18, 2012

Ku Ingin Diam Berdua, Mengenang yang Pernah Ada…

Ingin.
Ingin rasanya seperti itu, hanya ada kau dan aku, serta ‘kita’. Tapi ? Aku tau itu takkan mungkin. Aku tau itu hanya mimpi aku aja. Meski aku ingin sekali bertemu denganmu, walau satu kali lagi aja dalam hidup aku, walau hanya satu kali! :(

Kamu satu-satunya alasan, mengapa aku masih mau mengingat masa lalu. Kamu satu-satunya alasan itu! Karna untuk yang lain aku sudah menguburnya dalam-dalam. Hanya kamu, masa lalu yang masih ingin aku kenang. Hanya kamu.

Semoga suatu hari nanti kita akan dipertemukan. Aku yakin, kita pasti akan bertemu. Aku yakin itu. Biarlah takdir yang menjawabnya.

HUJAN, hal yg sampai saat ini masih menjadi alasan utama aku melupakan musim panas, meski ku tau musim panas hampir sempurna!

Sama halnya dg WARNA PASTEL, yg sampai saat ini menjadi alasan utamaku melupakan warna pelangi, meski pelangi itu indah.

Dan KAMU,
Satu2nya alasan aku mengingat masa lalu, meski aku tau tak ada Serpihan Kertas masa lalu lagi yg aku ingat, kecuali KAMU.

Saturday, November 17, 2012

"Heppii belsdayy...."

"Heppii belsdayy...." Dua kata yg selalu aku ingat sampai saat ini. Dua kata yg kamu ucapkan tepat jam 12 malam di hari ulang tahun aku. Dua kata yg membuat aku bahagiaaaaaaaaaaaa banget! bahwa ternyata cowo cuek bisa juga ingat sama hari ulang tahun pacarnya. :D Dua kata yg selalu membuat aku tersenyum (pun) sampai saat ini bila aku mengingatnya. :')

Cepet sembuh yaa kamu, aku selalu berdo'a agar Allah menghilangkan penyakit kamu itu. aku berharap kamu selalu bahagia walau kini tanpa aku.

Semoga suatu hari nanti kamu bisa baca 'postingan' ini walau hanya via facebook. aku masih suka ngeliat profil kamu, di fb ataupun di twitter. itu udah cukup buat aku tau kabar kamu.
Cepet sembuh yaa, cepet sembuh. Kamu harus kuat! :')

Monday, November 12, 2012

“KAMU.”

Jika ada orang yg bertanya, hal apa yang saat ini sangat menghantui hidupmu? Aku akan menjawab; Takdir.

Aku hanya takut sesuatu hal, yaitu aku takut bilamana suatu hari nanti aku jatuh cinta lagi pada seseorang, tetapi pada akhirnya ternyata takdir bilang bahwa ‘dia’ tak tercipta untukku. Hingga akhirnya aku harus melepaskannya, menangis lagi, mencoba ikhlas, membiarkan dia pergi, mencoba move on lagi, mencoba menemukan cinta baru lagi.. Dan yg paling pasti aku harus melupakan dia lagi karena aku telah kehilangannya! Aku tak mau! Crying face

Saat ini mimpi terbesarku tentang cinta adalah menemukan Pangeran itu. Pangeran yang telah Tuhan takdirkan untuk memiliki tulang rusukku. Pangeran yang akan mencintaiku tulus tanpa alasan. Pangeran yang akan selalu menjagaku, mencintaiku, menyayangiku, menemaniku, membuatku tersenyum disetiap nafasku tanpa rasa lelah, hingga sampai akhir waktu nanti.

Aku sudah lelah menangis. Aku sudah tidak ingin merasakan ‘sakit’ lagi. Aku hanya ingin satu kata; BAHAGIA.

Aku hanya ingin bertemu ‘kamu’ secepatnya. Kamu! Bukan yg lain. Kamu. Kamu. Kamu. Kamu. Kamu. kamu. Bukan yang lain!

Kamu, sang pemilik tulang rusukku.

Sunday, November 11, 2012

Rindu Untuk Dia.

 

Ya Allah…

Aku… Aku… Aku ingin bertemu dengannya

Rindu ini teramat sangat menusuk

Hanya mampu berbisik, Aku merindukannya

Meski ini terasa begitu aneh, begitu penuh tanda tanya

 

Haruskah ku menyalahkan rasa ini

Merindukan orang yang aku pun tidak tau dia siapa

Tapi ini nyata,hatiku yang merasakannya

 

Mungkinkah, dia Pangeranku ?

Mungkinkah hanya halusinasi ?

Ku biarkan semua ini mengalir apa adanya

Seperti hujan yang turun deras di Bulan November

Seperti air mata ini, yang selalu mengalir disaat rindu ini menusukku tanpa ampun

 

Ya Allah, aku ingin bertemu dengannya

Dengan dia, hanya DIA

Dia yang saat ini ku rindukan

Tolong jangan pertemukan aku,

dengan orang yang pada akhirnya bukan ditakdirkan untukku.

Aku Mohon…

Amiiin.

10.11.12

Tanggal yang cantik. Apalagi di bulan November. Bulan penuh cinta. Bulan Hujan. November Rain.

Banyak yang bilang tanggal ini cocok dijadikan untuk hari jadian, ataupun hari pernikahan. Sungguh indah!

Tapi bagaimana caranya aku menganggap hari ini indah sementara kenyataannya hari ini terjadi biasa-biasa saja karna memang tak ada yang istimewa. Hanya satu, hari ini Hari Pahlawan. Itu saja.

Sementara aku masih saja dihantui oleh rasa ‘rindu’ itu. Entah rindu pada siapa dan mengapa, yang jelas rasa itu ada. Ku biarkan semua mengalir apa adanya. Seperti hujan, seperti sungai, seperti air mata.

Tapi aku yakin rindu itu bukan untuk orang yang salah. Rasa ini tercipta untuk ‘dia’. Seseorang yg telah Tuhan pilihkan untukku. Mungkinkah ? Aku yakin, sangat yakin, rindu ini untuk dia. Pangeran aku. Pangeran yang juga sedang mencari aku. Smile

Siapapun kamu, aku merindukanmu. ♥

Thursday, August 23, 2012

Dim..,

Dear Diary.........,

Hujan masih menjadi sesuatu hal yang begitu aku cintai. Meski kini musim panas tlah berganti, dan aku pun menyukainya (musim panas). Hari demi hari tlah berganti, dan semakin hari pun aku semakin merindukan hujan. Bukan hanya sekedar dari mata, tapi dari dalam sini, hati.

<3

Satu tahun sudah kini aku telah kehilangannya. Sosok pria yang sampai saat ini belum dapat aku buang sepenuhnya dari dalam hatiku. Mungkin aku sudah tidak terlalu sering memikirkannya. Mungkin aku juga sudah merelakannya kini dengan wanita lain, tapi hati ini, ... Aaaah, hati ini belum mampu mengusir namanya.

Sampai saat ini, aku masih mengingatnya. Bahkan aku teramat peka bilamana ada seseorang yg namanya sama dengan namanaya. Aaaah, aku sungguh telah benar-benar jatuh cinta pada nama itu. Nama itu. Nama itu. Nama itu.

:D

Sampai saat ini aku masih saja berharap, kalo suatu saat nanti takdir akan mempertemukan kami (lagi), meski takdir takkan pernah menyatukan kami lagi, mungkin.


Salahkah keinginan ini ?