Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Friday, November 11, 2011

Tentang Cinta #part 2

...
"Ra...,"

"Lara...,"

"Ra?"

"Kemana sih dia?"

"Ra.....,"

"Ya ampun, kamarnya gelap banget lagi. Emang bener2 ga ada orangnya yah ini rumah? Pada kemana sih???"

"Laaarr...,"

"Iya... gue disini...," aku berdiri sambil tersenyum, lalu ku berjalan menuju stop kontak menyalakan lampu kamar yang sedari tadi gelap.

"Huaaa... mata lo bengkak?? Ya ampuuun, menakutkan banget Ra..." Viza menatap lebih dalam ke arah mataku. Aku hanya mencoba untuk tersenyum.

"Ya ampuuun, iya, bengkak banget! udah berapa jam lo nangis Ra? Mama lo kemana? Belum pulang? Sabar ya sayaangg" Alin memeluku, mengusap-usap rambutku. Tapi aku segera bergeming.

"Gue ga nangis! kalian tuh apaan sih?? haha gue ga nangiiisss. Gue tuh lagi ga enak badan aja tadi, makanya gue ga masuk sekolah." Aku memandang silih berganti ke arah sahabat-sahabatku, sambil mengembangkan senyum terbaiku, ya meski memang senyum yang dipaksakan.

"Bohong deh Ra.., cerita lah ada apa?" Kali ini Erifa yang menatapku semakin dalam.

Aku terdiam. Menghela nafas yang kurasakan agak sedikit sesak. Dan melangkah ke kamar mandi. "Gue mandi dulu yaa."

Dan air mata pun tumpah bersama percikan air yang mengalir keluar dari shower diiringi isak tangis yang sedari tadi aku tahan di depan mereka.

Thursday, November 10, 2011

Tentang Cinta. #part 1


Apa sebenarnya yang disebut dengan cinta???
Jatuh cinta… Entah itu pada pandangan pertama, atau tumbuh perlahan-lahan, atau bahkan dengan cara membencinya terlebih dahulu, entahlah yang kurasa bermacam-macam dan kadang rumit, selalu total membuat seseorang yang mengalaminya menjadi sedikit ‘gila’.
Gilaaa??? Ya, Gila!
Bagaimana tidak gila ketika sedang jatuh cinta kita dibuat rasa itu melayang, dan ketika suatu saat nanti cinta itu malah meninggalkan kita, kita pun akan lebih dibuatnya menjadi ‘gila’.
“Ada pertemuan, pastilah pula ada perpisahan.”
Meski tak seorang pun menginginkan pernyataan ini, tapi kita tak mampu memungkiri pernyataan itu akan selalu nyata. Sudah hukum alam. Sudah ada suratannya. Itu takdir.